Buku Sekolah Elektronik (BSE) merupakan terobosan baru dari Departemen Pendidikan Nasional. Dalam usahanya untuk menekan biaya buku yang harus dikeluarkan oleh siswa. BSE diterbitkan oleh Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional, tahun 2008. BSE bisa diperoleh dengan mudah melalui situs
http://bse.depdiknas.go.id/ dan http://www.bse.depdiknas.go.id/.
Sampai dengan 27 Agustus 2008, Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional telah menerbitkan 95 buku untuk Sekolah Dasar, 71 buku untuk Sekolah Menengah Pertama, 24 buku untuk Sekolah Menengah Atas dan 213 untuk Sekolah Menengah Kejuruan. Departemen Pendidikan Nasional juga mengijinkan untuk mirroring server BSE di tempat lain.
Yayasan AirPutih yang mengelola server dan bekerjasama dengan IndosatM2 juga turut serta menyediakan server mirror Buku Sekolah Elektronik. Mengingat keterbatasan ruang pada server kami, maka yang kami mirror adalah Buku Sekolah Elektronik pada direktori pdf. Ruang server yang dibutuhkan adalah mencapai hampir 4 GB.
Buku-buku tersebut ditempatkan pada portal Open Knowledge Education, sebuah portal yang isinya berbagai ilmu pengetahuan. Kontributor OKE beraneka ragam, karena memang memfasilitasi orang yang ingin berbagi ilmu pengetahuan. BSE juga bisa diunduh di http://bse.oke.or.id/bse/pdf. Semoga bisa mempermudah masyarakat dalam memperoleh buku bahan ajar untuk kegiatan belajar dan mengajar.
Buku-buku BSE dapat didownload dengan mengklik berikut:
Menyimak Agenda Calon Presiden dan Calon Wapres 2009 Disarikan oleh: Randy R. Wrihatnolo
Calon Presiden dan Wakil Presiden Nomor Urut 1
Megawati Soekarnoputri dan Prabowo Subianto (Mega-Pro)
Visi: Gotong royong membangun kembali Indonesia Raya yang berdaulat, bermartabat, adil, dan makmur
Misi: 1. Menegakkan kedaulatan dan kepribadian bangsa yang bermartabat 2. Mewujudkan kesejahteraan sosial dengan memperkuat ekonomi kerakyatan 3. Menyelenggarakan pemerintahan yang tegas dan efektif
Agenda Pokok Membangun Kembali Indonesia Raya: 1. Kekayaan negara untuk kemakmuran rakyat 2. Melaksanakan ekonomi kerakyatan 3. Membangun kedaulatan pangan dan energi 4. Menyelenggarakan pemerintahan yang tegas, bersih, dan efektif dalam melayani rakyat 5. Menciptakan manusia Indonesia yang unggul, sehat, dan berkepribadian melalui pendidikan, kesehatan, dan kebudayaan.
Visi: Indonesia yang adil, mandiri, dan bermartabat
Misi: 1. Tercapainya ekonomi bangsa yang mandiri, berdaya saing, dan berkeadilan demi terwujudnya kesejahteraan masyarakat 2. Mewujudkan pemerintahan yang bersih, berwibawa, demokratis, dengan pengambilan keputusan yang cepat dan tepat 3. Mewujudkan kesejahteraan sosial, ketahanan budaya, dan otonomi daerah yang sehat, efisien, dan efektif untuk lebih memantapkan integrasi nasional yang menjamin kebhinnekaan 4. Mewujudkan bangsa yang aman, tenteram, dan damai dengan penegakan hukum dan HAM 5. Mewujudkan Indonesia yang dihormati dan disegani oleh bangsa-bangsa lain dalam bidang ekonomi dan politik
Agenda Kebijakan: 1. Ekonomi: membangun ekonomi kerakyatan, membangun kedaulatan pangan dan energi, meningkatkan daya saing produk dalam negeri, menciptakan struktur eknomi nasional yang adil 2. Politik dan Hukum: memperkuat sistem presidensiil yang didukung sistem kepartaian yang sederhana, menata kembali fungsi-fungsi lembaga negara, reformasi birokrasi untuk mewujudkan penyelenggaraan negara yang tangkas tanggap dan cepat 3. Pertahanan dan Keamanan: menjaga kedaulatan dan keutuhan NKRI, modernisasi alat utama sistem persenjataan TNI-Polri, peningkatan anggaran pertahanan dan keamanan 4. Pendidikan: meningkatkan kualitas dan pemerataan pendidikan, meningkatkan penyediaan pendidikan yang terjangkau 5. Sosial Budaya: meningkatkan solidaritas sosial kesetiakawanan dan memupuk semangat nasionalisme 6. Kesehatan: meningkatkan penyediaan sarana dan prasarana kesehatan dokter dan tenaga medis yang memadai bagi daerah tertinggal 7. Pemuda dan Olahraga: pengembangan kepeloporan pemuda, peningkatan prestasi olahraga
Visi: Terwujudnya Indonesia yang sejahtera, demokratis, dan berkeadilan
Misi: 1. Melanjutkan pembangunan menuju Indonesia yang sejahtera 2. Memperkuat pilar-pilar demokrasi 3. Memperkuat dimensi keadilan di semua bidang
Agenda Utama Pembangunan Nasional 2009-2014: 1. Pembangunan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan rakyat 2. Perbaikan tata kelola pemerintahan 3. Penegakan pilar demokrasi 4. Penegakan hukum dan pemberantasan korupsi 5. Pembangunan yang inklusif dan berkeadilan
"Pencapaian Sebuah Perubahan" Evaluasi 4 Tahun Pelaksanaan RPJMN 2004-2009 Disarikan oleh: Randy R. Wrihatnolo
Pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Wakil Presiden Mohammad Jusuf Kalla (JK) bersama Kabinet Indonesia Bersatu-nya sudah memasuki tahun kelima yang merupakan tahun terakhir dari periode pemerintahan. Berarti sudah empat tahun Kabinet Indonesia Bersatu dengan didukung oleh seluruh komponen bangsa bekerja untuk mewujudkan cita-cita Pembangunan Nasional.
Sebagai landasan dalam menjalankan pemerintahan selama 5 tahun, telah disusun Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2004-2009 yang ditetapkan melalui Peraturan Presiden No. 7 Tahun 2005. Dalam RPJMN 2004-2009. Terdapat tiga Agenda besar yang merupakan penjabaran visi dan misi Presiden dan Wakil Presiden. Ketiga agenda tersebut adalah (1) Menciptakan Indonesia yang Aman dan Damai, (2) Mewujudkan Indonesia yang Adil dan Demokratis, serta (3) Meningkatkan Kesejahteraan Rakyat.
Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional ini merupakan dasar bagi pemerintah dalam menyusunpembangunan tahunan yang dituangkan dalam Rencana Kerja Pemerintah (RKP) tahunan. Selain itu RPJMN ini juga merupakan acuan bagi Pemerintah Daerah dalam penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah sesuai dengan aspek-aspek yang relevan dengan situasi dan kondisi serta aspirasi masyarakat di masing-masing daerah.
Evaluasi 4 Tahun Pelaksanaan RPJMN 2004-2009 dibuat untuk melihat seberapa jauh hasil-hasil yang telah dicapai selama 4 tahun terakhir. Hasil evaluasi ini akan digunakan pula sebagai masukan dalam penyusunan RPJMN 2010-2014.
Usaha, kerja keras, serta kesungguhan pemerintah dalam rangka mewujudkan tiga agenda besar tersebut telah membuahkan hasil yang menggembirakan. Hal ini tercermin dari tercapainya sasaran agenda pertama, seperti semakin terciptanya keamanan yang stabil serta menurunnya ketegangan antar golongan masyarakat di daerah rawan konflik. Capaian sasaran agenda kedua juga telah menunjukkan banyak kemajuan, seperti membaiknya indeks persepsi korupsi, lancarnya pelaksanaan Pilkada di berbagai daerah yang menggambarkan bahwa proses demokrasi berlangsung dengan baik, serta pembenahan sistem hukum yang terus menerus dilakukan. Capaian sasaran agenda ketiga juga sudah menunjukkan banyak kemajuan, walaupun masih perlu ditingkatkan.
Hal ini dapat terlihat dari meningkatnya taraf pendidikan penduduk yang tercermin dari semakin meningkatnya APM SD, APK SMP, dan juga APK SMA. Selain itu, taraf kesehatan masyarakat juga semakin meningkat yang ditunjukkan dengan semakin bertambahnya usia harapan hidup, menurunnya angka kematian bayi dan ibu melahirkan, serta menurunnya prevalensi kurang gizi. Sementara itu, tingkat kemiskinan dan pengangguran walaupun sudah terjadi penurunan namun masih diperlukan upaya-upaya yang lebih keras lagi.
Seluruh komponen bangsa diharapkan dapat melihat empat tahun kerja keras pemerintah secara berimbang. Kinerja 4 tahun Pemerintahan ini dapat menjadi bukti kesungguhan dan kemampuan Pemerintah berserta seluruh jajaran Kabinet Indonesia Bersatu untuk mewujudkan visi dan misi Pembangunan yang telah dicanangkan oleh Presiden dan Wakil Presiden. Pemerintah berkeyakinan bahwa bersama-sama kita telah menata perubahan menuju Indonesia yang lebih baik.
Silakan klik pada icon gambar berikut untuk mendownload buku di bawah ini.
Sisi Lain Pak Boed yang Saya Kenal Oleh Faisal Basri - 14 Mei 2009
Saya pertama kali mengenal Pak Boed pada akhir 1970-an lewat buku-bukunya yang enak dibaca, ringkas, dan padat. Pada akhir 1970-an. Kalau tak salah, judul-judul bukunya selalu dialawali dengan kata ”sinopsis,” ada Sinopsis Makroekonomi, Sinopsis Mikroekonomi, Sinopsis Ekonomi Moneter, dan Sinopsis Ekonomi Internasional. Kita mendapatkan saripati ilmu ekonomi dari buku-bukunya yang mudah dicerna.
Pada suatu kesempatan, Pak Boed mengutarakan pada saya niatnya untuk merevisi buku-bukunya itu. Mungkin ia berniat untuk menulis lebih serius sehingga bisa menghasilkan buku teks yang lebih utuh. Kala itu saya menangkap keinginan kuat Pak Boed untuk kembali ke kampus dan menyisihkan waktu lebih banyak menulis buku. Karena itu, ia tak lagi berminat untuk kembali masuk ke pemerintahan setelah masa tugasnya selesai sebagai Menteri Keuangan di bawah pemerintihan Ibu Megawati.
Pak Boed dan Pak Djatun (Dorodjatun Kuntjoro-Jakti, Menko Perekonomian) bekerja keras memulihkan stabilitas ekonomi yang “gonjang-ganjing” di bawah pemerintahan Gus Dur. Hasilnya cukup mengesankan. Pertumbuhan ekonomi mengalami peningkatan terus menerus. Di tengah hingar bingar masa kampanye seperti dewasa ini, Ibu Mega ditinggalkan oleh wapresnya, dua menko, dan seorang menteri (Agum Gumelar). Ternyata perekonomian tak mengalami gangguan berarti. Kedua ekonom senior ini bekerja keras mengawal perekonomian. Hasilnya cukup menakjubkan, pertumbuhan ekonomi pada triwulan keempat 2004 mencapai 6,65 persen, tertinggi sejak krisis hingga sekarang.
Selama dua tahun pertama pemerintahan SBY-JK, perekonomian Indonesia mengalami kemunduran. Tatkala muncul gelagat Pak SBY hendak merombak kabinet, sejumlah kawan mengajak Pak Boed bertemu. Niat para kolega ini adalah membujuk Pak Boed agar mau kembali masuk ke pemerintahan seandainya Pak SBY memintanya. Agar lebih afdhol, kolega-kolega saya ini juga mengajak Ibu Boed. Mungkin di benak mereka, Ibu bisa turut luluh dengan pengharapan mereka. Akhirnya, Pak Boed menduduki jabatan Menko Perekonomian. Mungkin sahabat-sahabat saya itu masih terngiang-ngiang sinyal penolakan Pak Boed dengan selalu mengatakan bahwa ia sudah cukup tua dan sekarang giliran yang muda-muda untuk tampil. Memang, Pak Boed selalu memilih ekonom muda untuk mendampinginya: Mas Anggito, Bung Ikhsan, Bung Chatib Basri, Mas Bambang Susantono, dan banyak lagi. Semua mereka lebih atau jauh lebih muda dari saya.
Interaksi langsung terjadi ketika Pak Boed menjadi salah seorang anggota Dewan Ekonomi Nasional (DEN). Saya ketika itu anggota Tim Asistensi Ekonomi Presiden (anggota lainnya adalah Pak Widjojo Nitisastro, Pak Alim Markus, dan Ibu Sri Mulyani Indrawati). Ibu Sri Mulyani memiliki jabatan rangkap (jadi bukan sekarang saja), selain sebagai anggota Tim Asistensi juga menjadi sekretaris DEN. Pak BOed tak pernah mau menonjolkan diri, walau ia sempat jadi menteri pada masa transisi.
Sikap rendah hati itulah yang paling membekas pada saya. Lebih banyak mendengar ketimbang bicara. Kalau ditanya yang “nyerempet-nyerempet,” jawabannya cuma dengan tersenyum. Saya tak pernah dengar Pak Boed menjelek-jelekkan orang lain, bahkan sekedar mengkritik sekalipun.
Tak berarti bahwa Pak Boed tidak tegas. Seorang sahabat yang membantunya di kantor Menko Perekonomian bercerita pada saya ketegasan Pak Boed ketika hendak memutuskan nasib proyek monorel di Jakarta yang sampai sekarang terkatung-katung. Suatu waktu menjelang lebaran, Pak Boed dan sejumlah staf serta, kalau tak salah, Menteri Keuangan dipanggil Wapres. Sebelum meluncur bertemu Wapres, Pak Boed wanti-wanti kepada seluruh stafnya agar kukuh pada pendirian berdasarkan hasil kajian yang mereka telah buat. Pak Boed sempat bertanya kepada jajarannya, kira-kira begini: “Tak ada yang konflik kepentingan, kan? Ayo kita jalan, Bismillah … Keesokan harinya, saya membaca di media massa bahwa sekeluarnya dari ruang pertemuan dengan Wapres, semua mereka berwajah “cemberut” tanpa komentar satu kata pun kepada wartawan.
Adalah Pak Boed pula yang memulai tradisi tak memberikan “amplop” kalau berurusan dengan DPR. Tentang ini, saya dengar sendiri perintahnya kepada Mas Anggito.
Ada dua lagi, setidaknya, pengalaman langsung saya berjumpa dengan Pak Boed. Pertama, satu pesawat dari Jakarta ke Yogyakarta tatkala Pak Boed masih Menteri Keuangan. Berbeda dengan pejabat pada umumnya, Pak Boed dijemput oleh Ibu. Dari kejauhan saya melihat Ibu menyetir sendiri mobil tua mereka.
Kedua, saya dan isteri sekali waktu bertemu Pak Boed dan Ibu di Supermarket dekat kediaman kami. Dengan santai, Pak Boed mendorong keranjang belanja. Rasanya, hampir semua orang di sana tak sadar bahwa si pendorong keranjang itu adalah seorang Menko.
Banyak lagi cerita lain yang saya dapatkan dari berbagai kalangan. Kemarin di bandara Soekarno Hatta setidaknya dua orang (pramugara dan staf ruang tunggu) bercerita pada saya pengalaman mengesankan mereka ketika bertemu Pak Boed. Seperti kebanyakan yang lain, kesan paling mendalam keduanya adalah sikap rendah hati dan kesederhanaannya.
Dua hari lalu saya dapat cerita lain dari pensiunan pejabat tinggi BI. Ia mengalami sendiri bagaimana Pak Boed memangkas berbagai fasilitas yang memang terkesan serba “wah.” Dengan tak banyak cingcong, ia mencoret banyak item di senarai fasilitas. Kalau tak salah, Pak Boed juga menolak mobil dinas baru BI sesuai standar yang berlaku sebelumnya. Entah apa yang terjadi, jangan-jangan mobil para deputi dan deputi senior lebh mewah dari mobil dinas gubernur.
Kalau mau tahu rumah pribadi Pak Boed di Jakarta, datang saja ke kawasan Mampang Prapatan, dekat Hotel Citra II. Kebetulan kantor kami, Pergerakan Indonesia, persis berbelakangan dengan rumah Pak Boed. Rumah itu tergolong sederhana. Bung Ikhsan pernah bercerita pada saya, ia menyaksikan sendiri kursi di rumah itu sudah banyak yang bolong dan lusuh.
Bagaimana sosok seperti itu dituduh sebagai antek-antek IMF, simbol Neoliberalisme yang bakal merugikan bangsa, dan segala tuduhan miring lainnya. Lain kesempatan kita bahas tentang sikap dan falsafah ekonomi Pak Boed. Kali ini saya hanya sanggup bercerita sisi lain dari sosok Pak Boed yang kian terasa langka di negeri ini.
Mind Mapping Oleh: Randy R. Wrihatnolo Disarikan dari berbagai sumber
Mind Mapping adalah cara mudah untuk mengali informasi dari dalam dan dari luar otak. Ia adalah cara baru untuk belajar dan berlatih yang cepat dan ampuh. Ia adalah cara membuat catatan yang tidak membosankan. Dengan demikian Mind Mapping adalah salah satu cara terbaik untuk mendapatkan ide baru dan merencanakan proyek
Mind Mapping menyenangkan karena Mind Mapping dibuat dengan kata-kata, warna, garis dan gambar. Mind Mapping dianjurkan diajarkan di sekolah karena Mind Mapping diyakini dapat membantu siswa belajar. Mind Mapping dapat dipelajari siapa saja dan dapat membantu siapa saja untuk mengerjakan tugas-tugasnya.
Tony Buzan, telah menyelidiki dan membuat penemuan menyenangkan tentang otak, cara kerja, dan apa yang dibutuhkan otak untuk membantunya bekerja lebih baik. Formula rahasia ini disebut Mind Mapping.
Dan berikut adalah Tips sederhana dari Tony Buzan untuk belajar Mind Mapping. 5 top tips to get the best out of iMindMap! Source: www.iMindMap.com
1. Express yourself freely Select ‘Mode’ > ‘Mind Map Mode’ to create personal, organic Mind Maps using your mouse. This flexible workspace gives you lots of creative freedom; you can change the shape and length of your branches, shift things around and even draw freehand branches!
2. Speed things up Select ‘Mode’ > ‘Speed Mind Mapping Mode’ to capture ideas and notes super quickly. Using just your keyboard, you can really let your thoughts flow – simply think, type and your Mind Map will be drawn for you!
3. Add lots of life with images Go to ‘Insert’ to liven up your Mind Map with branch images, free floating images and personal sketches. As well as adding life to your Mind Map, using images will make it easier to remember and emphasise key points.
4. Get flexible You can modify the shape of any of your branches within Mind Map Mode by using a branch’s control points - click and drag on any blue control point to manipulate its shape. You can even add more control points to a branch for ultimate control – press SHIFT and click on the branch.
5. One click reveals all! Make the most of your workspace and keep yourself focused by hiding or revealing branches as you go along. Use the options under ‘Presentation’ or the + and – icons attached to branches to expand and collapse all or parts of your Mind Map. This is also great for giving presentations as you can build up your points one by one.
Cara mengoperasikan pengunduhan file-file: 1. File-file tersebut diformat dalam bentuk "rar". 2. Dokumen Laporan Tahunan Evaluasi RPJMN Tahun 2008 hanya dapat dibuka secara lengkap apabila seluruh bagian (tujuh bagian) sudah didownload semua. 3. Apabila Anda ingin mengekstrak dokumen Laporan Tahunan Evaluasi RPJMN Tahun 2008, maka bukalah terlebih dahulu file Bagian 1. Setelah Anda membuka file Bagian 1, maka Anda akan mendapatkan perintah otomatis untuk membuka file-file Bagian 2 dan seterusnya.
Apabila Anda menemukan kesulitan, silakan bertanya kepada saya melalui email: wrihatnolo@yahoo.com
Mengidentifikasi Isu Strategis Oleh:
Randy R. Wrihatnolo
I. Pengantar
Pengidentifikasikan isu strategis merupakan jantung dari proses perencanaan strategis. Misi organisasi sering secara eksplisit maupun implisit dimaknai sebagai suatu isu. Isu strategis sangat penting, karena mereka berperan sentral dalam pengambilan keputusan politis. Pengambilan keputusan politis selalu beranjak dari isu-isu. Perencanaan strategis dapat meningkatkan kualitas proses pengambilan keputusan dengan cara membingkai isu-isu yang penting dan mengirim isu-isu itu ke pengambil keputusan kunci. Ketika isu strategis berhasil diidentifikasi, maka selanjutnya disusun kerangka rincinya dalam beberapa subsekuensi, beberapa keputusan, dan kerangka aksi. Apabila isu strategis berhasil dirinci seeprti itu, maka secara politis akan mudah diterima dan lebih lanjut secara teknis dan administratif dapat lebih mudah dikerjakan. Bahkan, secara filosofis dapat dikaitkan dengan nilai dan dasar organisasi baik ditinjau secara moral etis maupun legal. Identifikasi isu strategis secara tipikal harus melalui serangkaian proses berjenjang yang harus dilakukan pelaku perencanaan strategis.
II. Hasil Yang Diharapkan
Proses identifikasikan isu strategis ini diharapkan menghasilkan agenda isu strategis yang melekat pada organisasi. Agenda ini merupakan suatu intermediate outcome yang dapat berkontribusi pada hasil utama, yaitu pertama, tercapainya daftar isu-isu yang dihadapi organisasi. Daftar isu dapat berasal dari beberapa sumber, namun harus disimpulkan hati-hati oleh para palaku perencanaan strategis. Kedua, pemilahan daftar isu-isu ke dalam dua kategori, yaitu kelompok isu strategis dan kelompok isu operasional. Dan ketiga, adanya pengaturan isu strategis secara berurutan berdasarkan prioritas, logika, dan/atau daftar isu sementara.
III. Manfaat
Beberapa manfaat dari adanya upaya pengidentifikasikan isu strategis dapat dipetakan sebagai berikut. Pertama, perhatian difokuskan pada hal-hal yang benar-benar paling penting. Indikasinya adalah isu yang terdaftar bukan isu yang selama ini tidak kita perhitungkan. Misalnya, pengidap prevalensi HIV bukanlah dari kalangan keluarga miskin. Kedua, perhatian difokuskan pada isu, bukan difokuskan pada jawaban. Isu disusun bukan dari suatu jawaban atas suatu pertanyaan, namun sebaliknya harus mengandung pemecahan masalah. Misalnya, agar sekolah dapat gratis maka anggaran belanja negara untuk pendidikan ditingkatkan tanpa mengindahkan defisit penerimaan negara. Ketiga, pengidentifikasikan isu strategis biasanya menjadi alat penekan yang diperlukan dalam percepatan perubahan organisasi. Organisasi jarang berubah kecuali organisasi merasa perlu berubah, atau ada dorongan (pressure) dari dalam untuk berubah, ataupun jika ada tekanan (tension) dari luar untuk berubah. Keempat, pengidentifikasikan isu strategis menyediakan petunjuk berguna tentang bagaimana memutuskan tiap isu. Indikasinya adalah adanya pernyataan misi organisasi, mandate (dari luar lingkungan organisasi), serta faktor internal dan faktor eksternal yang menjadikan sebuah isu sebagai isu strategis. Penentuannya dapat menggunakan analisis, Strengths, Weaknesses, Opportunities, dan Challenges (SWOC). Kelima, jika suatu proses perencanaan strategis belum menjadi nyata bagi para pelaku perencanaan strategis sebelumnya, maka mereka belum tentu juga tidak nyata bagi perencana strategis sesudahnya. Indikasinya adalah isu strategis mengikuti dinamika perkembangan situasi terkini.
Berkenaan dengan penyusunan isu strategis, terdapat tiga hal penting untuk diperhatikan, yaitu (1) krisis kepercayaan dapat menyebabkan perubahan karakter organisasi; (2) setelah menyelesaikan langkah pengidentifikasikan isu strategis ini, maka pembuat keputusan kunci dalam organisasi memutuskan perlu mendorong penguatan karakter organisasi; dan (3)penguatan karakter organisasi hanya dapat tumbuh apabila para perencana mempertanyakan pendekatan konvensional.
V. Menguraikan Isu Strategis
Isu strategis yang baik dapat digambarkan apabila memenuhi persyaratan sebagai berikut:
Pertama, frasa isu berupa kalimat pertanyaan tentang apa yang dapat dilakukan oleh organisasi. Uraian atas isu tersebut dapat lebih dari satu “jawaban”. “Jawaban” atas isu yang digagas sebaiknya mengikuti rambu-rambu sebagai berikut: (1) jika organisasi tidak melakukan respon apa pun terhadap suatu situasi, maka sesungguhnya tidak ada isu strategis, atau tidak ada isu strategis yang perlu dilakukan oleh organisasi; (2) perencanaan strategis yang efektif mempunyai orientasi aksi. Jika perencanaan strategis tidak menghasilkan suatu keputusan aksi yang berguna, maka perencanaan strategis yang ada kemungkinan tidak berguna dan merupakan pemborosan waktu; (3) pemfokusan sebaiknya pada pada apa yang organisasi dapat lakukan, bukan sebaliknya. Sehingga organisasi dapat melakukan pengendalian atas isu yang ada. Jika fokus bukan pada sesuatu yang organisasi tidak dapat lakukan, maka organisasi hanya memperbesar kekhawatiran terhadap sesuatu yang tidak jelas; (4) organisasi seyogianya memfokuskan pada bagaimana pembuat keputusan kunci melakukan pengambilan keputusan atas isu-isu strategis yang dapat dilakukan.
Kedua, isu strategis merupakan hasil diskusi persinggungan faktor-faktor dalam SWOC adan mengandung pula misi, mandat, aspek internal, dan aspek eksternal yang membangun isu strategis. Isu strategis seyogianya mengandung sebuah tantangan yang mempunyai lebih dari satu solusi. Dan, ketiga, apabila sebuah isu yang disampaikan tidak mendapatkan artikulasinya, maka konsekuensi yang akan muncul harus dipertimbangkan juga.
Isu strategis dapat muncul dalam tiga bentuk situasi, yaitu sebagai berikut. Pertama, isu strategis dapat muncul ketika terdapat suatu kejadian yang berada di luar kendali organisasi. Hal ini kelak dapat menyebabkan kesulitan atau menyebabkan ketidakmungkinan untuk menyelesaikan tujuan dasar yang diterima dan layak. Situasi dapat dianggap sebagai ancaman atau tantangan (challenges). Kedua, isu strategis dapat muncul ketika teknologi, biaya, staf, manajemen, atau pilihan-pilihan politis untuk mencapai tujuan dasar ternyata berubah atau sering berubah-ubah. Situasi dapat menghadirkan tantangan (challenges) atau peluang (opportunities). Ketiga, isu strategis dapat muncul ketika terjadi perubahan pada misi, mandat, faktor internal, atau faktor eksternal. Hal ini dapat menghadirkan peluang (opportunities) kekinian atau peluang masa depan. Apabila hal ini terjadi maka diperlukan penyesuaian, antara lain: (1) penyempurnaan kuantitas/kualitas produk/pelayanan, (2) pengurangan biaya untuk penyediaan produk/pelayanan, (3) pengenalan produk/pelayanan baru, (4) mengkombinasikan, mengurangi, atau membatasi produk atau pelayanan tertentu, atau (5) menciptakan nilai publik yang baru.
Gambar 1.
Siklus Perencanaan Strategis
VI.Pendekatan Identifikasi Isu Strategis
Sekurang-kurangnya terdapat tujuh pendekatan untuk melakukan identifikasi isu strategis. Pendekatan-pendekatan ini merupakan jantung dari siklus perencanaan strategis. Setiap pendekatan mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing. Pemilihan yang terbaik tergantung kepada sifat alami dari lingkungan, organisasi, dan masyarakat. Pendekatan-pendekatan tersebut adalah berikut ini.
1.Pendekatan langsung (the direct approach).
2.Pendekatan sasaran (the goals approach).
3.Pendekatan visi keberhasilan (the vision of success).
4.Pendekatan tidak langsung (the indirect approach).
5.pendekatan pemetaan oval (the oval mapping approach).
6.Pendekatan tekanan persoalan (the issue tensions approach).
7.Pendekatan analisis sistem (the system analysis approach).
Gambar 2.
Cara Penentuan Pendekatan Terbaik
Berdasarkan dasar pilihan tersebut maka terdapat tiga cara untuk menentukan pendekatan maba yang terbaik untuk setiap organisasi yang berbeda sesuai When, Who, dan How yang bekerja di masing-masing pendekatan. Petunjuk untuk memilih salah satu pendekatan identifikasi isu strategis terhadap seluruh pokok persoalan strategis adalah sebagai berikut.
Tabel 1.
When, Who, dan How Pada Tujuh Pendekatan Indentifikasi Isu Strategis
VII.Panduan Proses
Berikut pedoman proses yang dapat dilakukan para perencana strategis ketika mengidentifikasi isu strategis organisasinya:
Pertama, meninjau kembali mandat dan misi organisasi dengan melihat kekuatan, kelemahan, peluang, dan tantangan, termasuk indikator kunci yang digunakan untuk memandang bagaimana organisasi seharusnya.
Kedua, pilih salah satu pendekatan untuk mengidentifikasi isu strategis yang sesuai dari organisasi situasi. Pilihlah salah satu pendekatan yang paling tepat bagi organisasi. Pendekatan mana yang digunakan untuk menjelaskan isu strategis dapat ditentukan dari: (1) isu strategis adalah frase masalah merupakan pertanyaan pada organisasi untuk melakukan sesuatu; (2) isu strategis dapat menerjemahkan misi, mandat, dan serta faktor internal dan faktor eksternal yang membuat masalah; dan (3) memberikan konsekuensi dari kegagalan untuk mengatasi masalah.
Ketiga, setelah daftar masalah telah disiapkan, maka isu strategis dan isu operasional harus segera dipisahkan. Masalah operasional harus diserahkan ke salah satu operasi kelompok, tim, atau satuan tugas yang sesuai grup. Jika tidak ada, harus dibuat.
Keempat, jika akan sangat membantu, gunakan litmus tes untuk mengembangkan beberapa tes yang hanya mengukur bagaimana isu strategi tersebut.
Kelima, setelah isu-isu strategis telah teridentifikasi, maka kemudian disusun prioritas, kerangka logis, dan susunan sementara. Hal ini dipakai untuk strategi pengembangan.Perhatian utama pengambil keputusan adalah pada sumberdaya yang memasok organisasi, sehingga sangat penting untuk memusatkan perhatian pada efektivitas dan efisiensi. Membangun sebuah urutan yang wajar, atau agenda antara isu strategis memungkinkan kunci keputusan untuk fokus pada mereka satu demi satu . Pembuatan diagram adalah alat yang efektif untuk memperhitungkan isu-isu utama yang dihadapi organisasi.
Keenam, tetap sadar bahwa membatasi isu strategis kemungkinan adalah suatu seni.Banyak diskusi dan berpikir revisi draf pertama dari isu strategis yang mungkin diperlukan untuk kerangka masalah dalam beberapa cara yang paling berguna.
Ketujuh, ingat bahwa berbagai isu strategis akan membutuhkan berbagai jenis dan perhatian. Setidaknya ada tiga jenis masalah di sini: (1) yang tidak memerlukan tindakan saat ini, tetapi harus diawasi, (2) yang dapat sebagai bagian dari organisasi biasa siklus perencanaan strategis, dan (3) mendesak yang memerlukan perhatian dan harus berurusan dengan urutan organisasi biasa siklus perencanaan strategis.
Kedelapan, fokus pada masalah, bukan pada yang tidak terjawab. Jawaban yang akan dikembangkan setelah langkah ke-6 adalah menyusun formulasi strategi. Mereka hanya akan bermanfaat jika dikembangkan sebagai jawaban terhadap isu yang sebenarnya yang dihadapi Organisasi. Tempatkan berbeda, sebuah jawaban tanpa sebuah isu yang tidak menghasilkan jawaban. Perlu diingat bahwa orang-orang dapat dihitung yang suka mengemukakan solusi, apakah mereka tidak memiliki banyak waktu dengan melakukan masalah nyata.
Kesembilan, mencapai persetujuan di antara pengambil keputusan kunci yang besar kecil dari waktu mereka akan bersama-sama, yang ditujukan untuk identifikasi dan resolusi isu strategis.Tanpa persetujuan dari mengurutkan ini, akan terlalu mudah untuk pengambil keputusan kunci untuk lupa ketika mereka berkumpul mereka yang salah satu tugas yang paling penting adalah untuk menangani apa yang paling penting untuk organisasi.
Kesepuluh, tetap optimis. Sebagian disebutkan di awal bab ini, langkah ini dalam proses perencanaan strategis dapat dengan cepat menjadi sangat serius dan berat. Penting bagi anggota tim perencanaan strategis yang mempertahankan rasa humor, mengakui emosi, dan melepaskan ketegangan dengan baik periang saling perhatian.
Kesebelas, meskipun upaya untuk menjaga hal-hal yang ringan mengingat peserta mungkin jatuh ke dalam "sumur" atau “dinding terjal".Yang jelas perlu untuk mempersempit peran mereka, menetapkan prioritas di antara patrons, dan mengadopsi yang lebih kewirausahaan dan mentalitas cacat politik mereka profesional identitas dibangun selama bertahun-tahun. Merasa dirinya dikelilingi oleh dinding mereka tidak tahu bagaimana cara naik, terperosok terowongan di bawah, Namun dengan melalui banyak diskusi, ventilasi emosi, saling mendukung, dan mempertimbangkan berbagai pilihan untuk mengatasi masalah, mereka tetap akhirnya mengetahui bagaimana untuk merobohkan tembok.
Keduabelas, perlu diketahui bahwa setelah menyepakati isu strategis yang ada, langkah berikutnya adalah kemungkinan untuk menandai salah satu titik penting keputusan organisasi. Identifikasi isu-isu strategis yang merupakan jantung dari proses perencanaan. Mengidentifikasi dasar organisasi menghadapi tantangan yang akan memiliki efek mendalam pada pilihan yang sebenarnya dilakukan dan pada akhirnya kelangsungan hidup dan keberhasilan organizasi.
Ketigabelas, mengelola transisi untuk strategi pengembangan. Hal ini sangat penting.Terlalu sering organisasi bergerak dengan cepat untuk identifikasi isu-isu strategis dan kemudian kembali dari mereka yang menyelesaikan masalah. Konflik atau pilihan tercantum dalam masalah akan tampak terlalu sulit untuk mengganggu. Kepemimpinan yang kuat dan komitmen untuk proses perencanaan strategis yang harus dilakukan jika organisasi yang efektif untuk menangani masalah-masalah yang berakar konflik.